Skip to content
You are here: home The News Artikel HONDA BeAT 2009 Road Race

Popular Lately

Newsflash

EVORRACING  MODIFICATION CENTER
JL KH ABDULLAH BIN NUH NO 2B (DEPAN MALL HIPERMART ) CIANJUR JABAR

HONDA BeAT 2009 Road Race

010-07-21 01:01:19 Ini matik pacuan Dadan Alamsyah yang gabung di tim Yonex Gas Pol Kawahara (YGPK). Kiprahnya di kelas 115 cc standar pemula balap skubek di sirkuit Subang, Jawa Barat, membuahkan podium dua. Rahasianya, kompresi dipatok di angka 11,7 : 1.

“Seting disesuaikan dengan pemakaian Pertamax Plus. Angka ini cukup aman untuk BeAT dipacu beberapa lap,” ungkap Deny Mansur, tuner tim YGPK yang bermarkasnya Makassar, Halim, Jakarta Timur.

Kompresi yang tak tinggi dan juga tidak rendah, beberapa penyesuaian dilakukan di BeAT bernomor start 155 ini. Bagian pertama yang kena sentuh, tentu dari piston dulu.

Part ‘penggebuk’ ruang bakar, dipercayakan ke seher milik Yamaha Jupiter-Z oversize 50. Itu artinya, liner dijejali piston diameter 50,5 mm. “Seher ini, bikin volume silinder jadi naik pas di 110 cc,” kata pria akrab dipanggil Komeng ini.

Alasan lain pakai piston Jupiter, juga karena cukup sulit buat mencari piston oversize 50 milik BeAT di pasaran. Tapi untungnya, diameter pen piston yang dimiliki Jupiter sama dengan Honda BeAT. Yaitu, 13 mm. Jadi, enggak perlu repot mengakali pin piston lagi tuh!

Bermain dengan piston yang sedikit lebih besar, seting di kepala silinder juga dilakukan. Paling utama, head dipapas 0,5 mm. Tujuannya, agar kompresi lebih padat dan naik dari standar yang 9,2 : 1. “Bentuk squish dibuat ulang sesuai dengan piston,” timpal pria yang memang penuh canda-tawa macam pelawak ini.

Tidaak cukup sampai situ! Fungsi katup standar digantikan klep milik Honda CS-1. Dengan batang klep yang lebih besar dan tinggi, diameter payung jadi dibuat seperti klep standar yang 25,5 (in) dan 22 mm (ex).

Dengan kondisi seperti ini, Komeng jadi leluasa untuk melakukan ubahan di kem alias noken as. Kem standar, dipapas lagi sekitar 1,5 mm. Hitungan ini, berlaku bagi klep isap dan buang.

Hasil papasan ini, membuat bukaan klep atawa lift menjadi 5,5 mm. “Memang tidak bisa tinggi seperti lift di Mio. Tapi bukaan ini sudah cukup untuk BeAT,” kata Komeng yang juga jago seting karapan motor alias drag ini.

Lucunya, meski ubahan seting sudah dilakukan di bagian engine, tapi tidak mengubah spuyer di karbu lho. Baik main-jet dan pilot-jet tetap pakai ukuran standar versi pabrikan.

"Pernah coba dinaikkan. Tapi lari motornya malah kurang galak dan mbrebet. Seperti gejala seting terlalu kaya,” kata Komeng lagi. Terakhir, untuk menemani larinya motor, roler ukuran 7 gram Kawahara ikut dimainkan di puli.
DATA MODIFIKASI
Ban depan : Indotire 80/90-14
Ban belakang : Indotire 80/90-14
Sok belakang : YSS
CDI : BRT Hyperband

 
Custom Search

Contac EvoR

Quick Contact EvO