Skip to content
You are here: home The News Artikel MIO ROAD RACE PAKAI ROCKER-ARM BLADE

Newsflash

EVORRACING  MODIFICATION CENTER
JL KH ABDULLAH BIN NUH NO 2B (DEPAN MALL HIPERMART ) CIANJUR JABAR

MIO ROAD RACE PAKAI ROCKER-ARM BLADE

2010-09-29 17:19:04 Pertarungan di kelas 150 cc Open ajang Indonesian Super Matic Race 2010, Minggu (4/4) kemarin tampak sengit. Semua pembalap adu susul, namun hanya skubek berdurability tinggi bisa finish. Seperti Yamaha Mio tunggangan Andry Dry, pembalap asal Indramayu dari tim RPM Kawahara Andre Ternate.

Di race pertama yang suhunya relatif terik, motor yang ditangani Suar dan Feriandi ini mampu finish di urutan pertama. Sayang putaran kedua terjatuh dua kali. Makanya cuma finish ke-5 dan dapat podium ke-3.

“Sebetulnya motor bisa lebih maksimal. Cuma karena kurang fokus, beberapa komponen nggak dilakukan penggantian. Apalagi motor sudah dipakai beberapa kali balap,” jelas Feriandi dari RPM Kawahara Tangerang yang kebagian maintenance motor ini.

Namun ketangguhan Mio geberan Andri bertahan di race pertama dibanding rival, kuncinya pemasangan rocker-arm Honda Blade di head Mio. Tangkai penekan klep ini terbukti sangat minim friksi.

“Diklaim minim gesek karena rocker arm Blade didukung roller berupa laher. Secara teori mampu mengurangi gesekan mesin sebanyak 20%. Sehingga tenaga mesin bisa mencapai 15 dk” lanjut Suar, mekanik BRT yang pertama kali mengoreknya.

Hanya saja untuk memasang rocker-arm Blade di head Mio, kata pria berambut ikal ini butuh banyak penyesuain. Terutama profil kem Mio yang bentuknya harus mengikuti konstruksi rocker-arm BeAT asli. Sehingga gerak naik-turun pelatuk benar-benar pas dan tidak menambah beban gesek.

“Aslinya tinggi bubungan kem Mio sekitar 21 mm. Karena pakai roller, dipapas jadi 17 mm lalu ditambah daging las untuk dibikin base ulang. Pokoknya derajat durasi jadi 270° baik klep in maupun ex,” terang Feriandi yang kebagian mendial gauge.

Lalu ubahan pada profil kem, pastinya untuk penuhi kebutuhan payung klep berlogo EE. Katup in dibuat 29 mm dan ex 24 mm. Sehingga aliran gas bakar Pertamax Plus dari karbu PE28 dengan setingan spuyer 118/45, maksimal ditekan seher FIM BRT diameter 57,25 mm dengan perbandingan kompresi 12,5:1.

Lantas untuk melibas sirkuit Kemayoran yang diubah lebih pendek dari event biasanya. Suar dan Feriandi mengadopsi CDI BRT I-Max, timing pengapian rpm bawah 33° dan rpm atas 37°.

“Dan untuk kapasitas murni 149,8 cc ada dua knalpot pilihan. Menggunakan AHRS atau Kawahara. Namun kemarin pilih AHRS untuk uji coba. Hasilnya sama bagusnya,” seru Feriandi dari markasnya di dekat Pasar Bengkok, Pinang, Tangerang.

DATA MODIFIKASI

Ring seher : Thunder 125 oversize 50
Ban : Indotire 90/80x14
Roller : Kawahara
Per CVT : Kawahara
Kampas kopling : Kawahara

 
Custom Search

Contac EvoR

Quick Contact EvO